Senin, 19 Agustus 2019 

Sambut Ramadhan dengan Ceria

03/06/2016 – 08:39

Insya Allah tidak lama lagi, kaum muslimin akan bertemu dengan tamu agung yang senantiasa dinantikan, yaitu bulan Ramadhan 1437H. yang tahu.  Semoga kita diberi kesempatan

Bagi kita yang sekarang diberi kesempatan oleh Allah bertemu kembali dengan bulan suci ini, seyogyanya kita jadikan bulan suci ini sebagai tambang emas menggali ridla dan ampunan-Nya sembari terus mengevaluasi diri dan ber’azam untuk meningkatkan kualitas ibadah agar menjadi lebih baik dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Ramadhan yang penuh limpahan kebaikan dan keutamaan ini akan mampu kita rasakan apabila kita mengetahui kiat-kiat sukses menghadapi Ramadhan dengan baik. Sebab, bulan Ramadhan adalah bulan yang sangat dinanti. Bayangkan, para generasi awal Islam sangat merindukan bertemu dengan bulan suci ini. Mereka berdoa selama enam bulan sebelum kedatangannya memohon agar mereka dipanjangkan umur sehingga bertemu dengan Ramadhan. Saat Ramadhan tiba, mereka sungguh-sungguh dalam meraih kebaikan dan keuataman Ramadhan. Dan ketika mereka berpisah dengan Ramadhan, mereka berdoa selama enam bulan setelahnya, agar kesungguhannya diterima Allah SWT. Kerinduan itu ada pada diri mereka, karena mereka sadar dan paham betul keutamaan dan keistimewaan Ramadhan.

Lalu bagaimana kiat sukses menyambut bulan Ramadhan? Berikut kami hadirkan delapan tips sambut Ramadhan:

  1. Berdoa agar Allah SWT. memberikan umur panjang kepada kita sehingga kita berjumpa lagi bulan Ramadhan dalam keadaan sehat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal: Puasa, shalat, tilawah, dan zikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, Rasulullah SAW. bersabda, “Apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan.” (HR. Ahmad dan Tabrani)
  2. Pujilah Allah SWT. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata: “Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan maka bersujudlah kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah SWT. kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan.
  3. Bergembira dengan datangannya bulan Ramadhan. Rasulullah SAW. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang Ramadhan. “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
  4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan. Ramadhan sangat singkat, karena itu setiap detiknya kita isi dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
  5. Kuatkan ‘azam, bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahkan melaksanakan aktivitas-aktivitasnya. Allah SWT berfirman “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (QS. Muhammad [47]:21)
  6. Pahami fiqih Ramadhan. Setiap Muslim WAJIB hukumnya beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib faham dan mengerti tentang Ilmu dan Hukum Berpuasa sebelum Ramadhan datang, agar amaliyah Ramadhan kita benar dan diterima oleh Allah. Allah SWT berfirman “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui.” (al-Anbiyaa’ [21]: 7)
  7. Kondisikan qalbu dan jiwa (ruhiyah) kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun nafs (pembersihan jiwa). Datanglah/Hadirilah majelis ilmu (pengajian-pengajian) yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental, jiwa kita siap untuk melaksanakan ketaatan kepada Allah SWT di bulan Ramadhan.
  8. Tinggalkan dosa dan maksiat. Isi Ramadhan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Lembaran baru terhadap Allah, dengan tobat yang sebenarnya. “Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” (QS. an-Nur [24]:31). Lembaran baru terhadap Muhammad SAW, dengan menjalankan sunnah-sunnahnya dan melanjutkan risalah dakwahnya. Lembaran baru terhadap sesama, terutama kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi, dan terhadap masyarakat, dengan menjadi orang yang bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang bermanfaat bagi orang lain. Itulah perwujudan dari “Hablum minallah wahablum minan nas”

Jika kita menyadari hal ini pastilah kita akan  termotivasi untuk memperbanyak amal ibadah di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini. Ya Allah Yang Maha Pengasih, Ramadhan begitu dekat, maka takdirkanlah kami bertemu dengannya dalam keadaan sehat wal afiat, dan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengoptimalkan ibadah-ibadah Ramadhan. (WP).