Rabu, 23 Agustus 2017 

Kota Mataram

logo_mataram

Profil Wilayah

Kota Mataram adalah ibukota Provinsi Nusa Tenggara Barat . Kota Mataram terdiri dari 6 Kecamatan yaitu Kecamatan Ampenan, Cakranegara, Mataram, Pejanggik, Selaparang, dan Sekarbela dengan 50 kelurahan dan 297 Lingkungan. Kota Mataram terletak pada 08° 33’ – 08° 38’ LS dan 116° 04’ – 116° 10’ BT. Selain ibukota propinsi, Mataram juga telah menjadi pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri dan jasa, serta saat ini sedang dikembangkan untuk menjadi kota pariwisata. Secara geografis wilayah Kota Mataram mempunyai luas wilayah 61,30 km2 dengan batas-batas Kabupaten Lombok Barat di bagian utara, timur, dan selatan, serta Selat Lombok di bagian barat.

FASILITAS UMUM DAN SOSIAL

Pendidikan

Selain peningkatan sarana dan prasarana berupa fisik, peningkatan sumber daya manusia juga penting. Peningkatan kualitas sumber daya manusia diarahkan pada Kota Mataram maju dan modern namun tetap berakar pada akar budaya dan religi melalui gerakan Imtaq.

Di Kota Mataram tercatat 161 buah SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dengan jumlah siswa 43.434 orang, kemudian SLTP dan MTs sebanyak 39 buah dengan siswa sebanyak 18.246 orang kemudian sejumlah SMU dan SMK Negeri dan swasta 18 buah dengan jumlah siswa 7.583 orang. Sedangkan Perguruan Tinggi atau Akademi baik negeri maupun swasta di Kota Mataram berjumlah 20 buah. Diantaranya 3 buah negeri yaitu UNRAM dan STAIN Mataram dan STAH Negeri Mataram.

Fasilitas Kesehatan

Keberhasilan pembangunan kesehatan di Kota Mataram dapat terlihat pada indicator sejauh mana masyarakat memahami dan menyadari akan arti sehat dalam konteks yang luas dan tercermin dalam kehidupan kesehariannya, untuk selalu membudayakan hidup sehat. Dengan dukungan semua unsur terkait, dan pelaksanaan teknis pelaku pelayanan kesehatan yang telah tersebar di seluruh Kelurahan, kini pembangunan kesehatan di Kota Mataram telah banyak memperlihatkan kemajuannya. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan berbagai indikator antara lain berupa, angka kematian bayi yang secara drastis dapat diturunkan dari tahun ketahun dan juga semakin meningkatkan angka usia harapan hidup serta meningkatnya budaya hidup sehat di kalangan masyarakat, dengan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat serta memanfaatkan pekarangan melalui berbagai tanaman yang berguna untuk kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Secara berkesinambungan Pemerintah Kota Mataram telah berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan mutu pelayanan. Di samping itu kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana kesehatan juga terus ditingkatkan dengan memaksimalkan semua fasilitas yang ada.

SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN

Komponen Air Bersih

Penyediaan air bersih dilakukan oleh PDAM Menang Mataram dalam status dimiliki oleh dua Pemerintah Daerah yaitu Kabupaten Lombok Barat dan Kota Mataram.

Komponen Jalan

Prasarana jalan dan jembatan di Kota Mataram tidak terlepas daripada status administrasinya seperti, Jalan Nasional, Jalan Propinsi dan Kabupaten/Kota. Sebagai gambaran di Kota Mataram Jalan Nasional, panjang ruasnya 17.376 Km dan jenis permukaan hot mix. Sedangkan jalan propinsi dengan jenis permukaan hot mix memiliki panjang ruas 22.020 Km. Untuk jalan kota jenis permukaanya menggunakan lapen, memiliki panjang ruas 153.846 Km membentang panjang di tiga Kecamatan dan 23 Kelurahan se-Kota Mataram, termasuk yang ada di pemukiman-pemukiman baru melalui pengembangan perumahan KPR BTN maupun Perumnas dan jalan-jalan lingkungan. Pertumbuhan penduduk yang cukup pesat, berimbas pada tumbuhnya perumahan dan pemukiman baru sehingga mengakibatkan berkembangnya sistem jaringan transportasi yang akan menghubungkan antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Maka, Pemerintah Kota Mataram berupaya melakukan peningkatan, pemeliharaan prasarana lalu lintas dan termasuk prasarana dan sarana penunjang lainnya. Prasarana transportasi seperti kendaraan bermotor dan tidak bermotor yang dikenal dengan sebutan Cidomo. Cidomo sebagai salah satu angkutan alternatif, yang juga menjadi ciri khas angkutan tradisional di Kota Mataram, memiliki keunikan yang menarik bagi wisatawan Nusantara maupun Mancanegara. Namun, di sisi lain keberadaan Cidomo juga menjadi dilematis bagi Pemerintah Kota Mataram yang memiliki Motto “Indah, Bersih, Aman, Damai dan Harmonis” ( IBADAH ) yang Maju dan Religius karena Cidomo adalah angkutan pedesaan, belum lagi persoalan limbah kotoran yang berasal dari kuda penariknya seringkali kurang diperhatikan oleh para Kusir, karena kesadarannya yang masih kurang.